Efriza menjelaskan, sosok Pratikno telah lama diasosiasikan publik sebagai orang kepercayaan dekat Jokowi. Bahkan, Jokowi sendiri pernah menyatakan hanya menitipkan satu nama, yaitu Pratikno, kepada Prabowo.
"Karenanya, pergantian ini diperkirakan bukan sekadar bersih-bersih kabinet. Ini adalah pesan politik bahwa Prabowo ingin lebih mandiri dan tidak ingin terus direcoki oleh pengaruh lama," tutur Efriza.
Bukti Ketegasan dan Kepercayaan pada Kader Internal
Lebih lanjut, Efriza menduga reshuffle ini juga menjadi bukti ketegasan Prabowo sebagai presiden. Pergantian tersebut dinilai menunjukkan keinginannya untuk lebih mempercayai orang-orang dekat dan kader dari partai pendukungnya, seperti Gerindra.
"Ini adalah bentuk afirmasi kekuasaan dan keinginan untuk membangun pemerintahan dengan tim yang sepenuhnya dipercayainya," pungkas akademisi Universitas Nasional (UNAS) tersebut.
Isu ini terus berkembang seiring menunggu keputusan resmi dari Presiden Prabowo Subianto mengenai kemungkinan reshuffle kabinet Indonesia Maju.
Artikel Terkait
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?
Prabowo dan Ancaman Penertiban Pengkritik: Benarkah Demokrasi Kita Semakin Muram?