Ia menambahkan bahwa publik sudah dapat membaca situasi tersebut. “Publik paham bahwa itu adalah perintah Jokowi ke Bahlil untuk melakukan serangan kepada Pak JK,” lanjutnya.
Kritik ini muncul setelah Jusuf Kalla secara terbuka meminta Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya kepada publik. Langkah JK tersebut langsung memicu reaksi keras dari kader Golkar yang dekat dengan Jokowi, khususnya Idrus Marham.
Pernyataan Said Didu ini berhasil memanaskan suhu politik nasional. Sorotan kini tertuju pada hubungan antara elite Partai Golkar dengan tokoh senior seperti Jusuf Kalla, yang selama ini dikenal memiliki pengaruh kuat di internal partai. Isu ini juga membuka kembali perdebatan mengenai independensi Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Partai Golkar maupun dari Joko Widodo terkait tudingan Said Didu. Namun, polemik ini diprediksi akan terus bergulir seiring meningkatnya sorotan publik terhadap isu ijazah presiden dan dinamika internal partai politik menjelang kontestasi politik mendatang.
Artikel Terkait
Bahlil Jadi Beban Prabowo? Ini Alasan Kuat Kenapa Menteri ESDM Harus Segera Di-Reshuffle
Terkuak! Video Ceramah JK yang Dituding Nistakan Agama Ternyata Hasil Manipulasi Konteks, Ini Fakta Lengkapnya
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Kembali Mencuat! Aktivis Desak Pengadilan Terbuka, Prabowo Diminta Turun Tangan
Menteri Keuangan Purbaya Bongkar Bobrok Birokrasi: Digeser Baru Nangis-nangis, 2 Dirjen Dicopot!