Prediksi Politik 2026: Damai Hari Lubis Ungkap Perang Bayangan Dua Kubu dan Ancaman Krisis yang Mengintai Rakyat

- Jumat, 08 Mei 2026 | 22:50 WIB
Prediksi Politik 2026: Damai Hari Lubis Ungkap Perang Bayangan Dua Kubu dan Ancaman Krisis yang Mengintai Rakyat

Prediksi Politik 2026: Damai Hari Lubis Ramal "Pra-Perang" Dua Kubu dan Dampaknya bagi Rakyat

POLHUKAM.ID - Pengamat kebijakan publik, politik, dan hukum, Damai Hari Lubis, memprediksi tahun 2026 akan menjadi momentum memanasnya persaingan politik di Indonesia. Ia menyebut situasi ini sebagai "pra-perang antara dua kubu" yang mulai terlihat jelas. Analisis ini didasarkan pada berbagai sinyal politik terkini, termasuk penempatan tokoh-tokoh oposisi lama ke dalam lingkaran kekuasaan dan potensi pergantian Kapolri yang dinilai dapat memicu konflik terbuka.

Sinyal Politik: Penempatan Tokoh Oposisi dan Isu Pergantian Kapolri

Menurut Lubis, penunjukan Jumhur sebagai menteri menjadi salah satu indikator penting. Jumhur disebut sebagai "orang yang merasa pernah teraniaya pada rezim terdahulu". Kedekatan rekan-rekannya, seperti Nainggolan, dengan lingkaran penguasa saat ini juga memperkuat analisis tersebut. "Tanda-tanda ajang peperangan terbuka tersebut akan serius menjelma ketika Kapolri saat ini diganti," tulis Lubis dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Lubis membandingkan situasi saat ini dengan perang politik klasik di masa lalu. Ia menyinggung bahwa hanya satu presiden yang pernah kalah dalam pertarungan politik di Indonesia, yaitu Gus Dur. Namun, konteks politik hari ini dinilai berbeda. "Saat Gus Dur dengan PKB-nya yang mengalami perpecahan internal melawan PDIP yang solid bersama oposisi lain, kini yang diincar bukan kursi RI-1, melainkan kursi Wakil Presiden. Tujuannya adalah mengkandaskan kekuatan politik di belakang RI-2 untuk jangka panjang," ujarnya.

Proyeksi Kekuatan: Gerindra-PDIP dan Peran Golkar

Halaman:

Komentar