Ia juga menyayangkan sikap skeptis beberapa pihak yang melihat utang secara negatif tanpa mempertimbangkan indikator komparatif. "Jadi kalau dilihat dari itu, harusnya Anda muji-muji kita. Cuma kan nggak pernah kan? Kenapa Anda lihat dari sisi negatif terus? Sisi lihat, sisi komparatif," ujarnya.
Berdasarkan rincian Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), mayoritas utang berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8.652,89 triliun, naik Rp265,66 triliun sejak akhir tahun lalu. Sisa utang dari pinjaman tercatat Rp1.267,52 triliun, tumbuh tipis Rp16,85 triliun dalam tiga bulan pertama 2026.
Pemerintah memastikan strategi pembiayaan tetap terukur untuk menjaga stabilitas fiskal nasional di tengah ketidakpastian pasar global.
Artikel Terkait
Utang RI Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Purbaya: Jangan Khawatir, Ini Buktinya!
Utang Indonesia Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Purbaya: Jangan Lihat Besarnya, Tapi Ini Alasannya!
Utang Indonesia Tembus Rp9.920 Triliun, Menkeu Bilang Jangan Panik – Ini Alasannya
Utang RI Tembus Rp9.920 Triliun di Maret 2026, Menkeu Purbaya Buka Suara: Rasio Masih Aman?