Dirinya menduga demikian lantaran musim kampanye Pilpres 2024 sudah tidak lama lagi dan banyak menteri yang berminat untuk ikut bertarung sebagai capres atau cawapres.
“Dengan demikian, artinya presiden menyia-nyiakan waktu untuk bisa mencapai dan mewujudkan visi misinya,” kata Ray.
Ray juga mengaku pesimistis melihat susunan kabinet yang baru saja diresmikan oleh Jokowi pada Rabu (15/6) di Istana Presiden.
“Reshuffle tersebut seperti tutup lubang gali lubang,” ucapnya.
Menurut Ray, reshuffle kabinet cenderung berbau akomodasi politik dibandingkan perbaikan kinerja kabinet. (*)
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?