Panda kemudian menceritakan mengenai karir Jokowi dari Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI.
Kata Panda, saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo, ia memilih wakilnya FX Hadi Rudiatmo beragama Katolik.
Setelah Jokowi menjadi Gubernur DKI, Hadi Rudiatmo yang beragama Katolik menjadi Wali Kota Solo.
Saat Jokowi menjadi Gubernur DKI, dia berpasangan dengan Ahok beragama Kristen. Begitu Jokowi menjadi Presiden, ia meninggalkan Ahok menjadi Gubernur DKI.
“Apakah tradisi itu nanti diteruskan, Saudara Luhut? Apa iya, jika nanti ada apa-apa, wakilnya yang Kristen sudah bisa diterima elit politik Indonesia untuk menjadi Presiden?
“Apakah kondisi ini nantinya tidak menjadi kontraproduktif terhadap pencalonan Jokowi sebagai Presiden?” kata Panda ke Luhut.
Belum selesai Panda bicara, Luhut langsung memotong.
“Sudah, jangan diteruskan. Aku sudah menangkap apa yang kau mau. Dengan ini saya nyatakan, saya tidak maju menjadi cawapres,” tegas Luhut.
Mendengar pernyataan Luhut ini, sejumlah jenderal angkatan Luhut langsung mengangkat jempol di bawah meja yang ditujukan ke Panda.
Mereka segan membantah omongan Luhut pada pertemuan itu sehingga begitu Panda bicara seperti itu mereka senang.
“Konsentrasi kita sekarang memperkuat Bravo 5 mendukung Jokowi,” kata Luhut bersemangat.
Sumber: lampung.suara.com
Artikel Terkait
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?