Sedangkan Ridwan Saidi menghargai AS yang mengakselerasi perjuangan melawan Islamophobia melalui Kongres AS sehingga lahir resolusi PBB 15/3/2022 memerangi Islamophobia.
“Meminta pada pemerintah untuk liburkan 15/3. Ini sejalan dengan sikap PBB menjadikan 15/3 sebagai hari Internasional,” jelasnya.
Sebagai aktivis pergerakan sejak era Orla, Ridwan merasakan betapa sulitnya jadi orang Islam dijepit islamophobia dari jaman ke jaman.
“Bukti Islamophobia penyakit keturunan. Padahal peran Islam bagi kemerdekaan tidak kecil. Misal, pemberontakan tareqat di Jawa melawan Belanda berlangsung 68 tahun 1856-1924,” pungkasnya.
Sumber: suaranasional.com
Artikel Terkait
BBM Naik? PKS Bongkar 5 Solusi Darurat Ini Agar Harga Tak Melonjak!
Hanya Dua Presiden Ini yang Disebut Punya Ideologi Kuat: Soekarno dan Prabowo, Ini Kata Analis!
Buni Yani Sindir KPK: Fokus Tangkap Bupati, Keluarga Jokowi Kebal Hukum?
Jokowi Siap Blusukan 7.000 Kecamatan Demi PSI: Haus Kekuasaan atau Strategi 2029?