Selain isu tersebut, hingga kini menurut Romahurmuziy masih ada pihak-pihak yang menginginkan bahwa Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto disatukan.
Berbagai alasan dikemukakan, di mana Prabowo sudah beberapa kali maju dalam kontestasi Pilpres, di mana di satu sisi PDIP merupakan partai besar inkumben, dan juga pemenang pemilu.
Dorongan ke arah sana, dikatakan Romy, masih terus dilakukan.
Pertimbangan dengan mengusung dua capres saja juga dikatakan memiliki alasan tertentu. Salah satunya, dengan menduetkan Ganjar-Prabowo, maka minimal akan ada penghematan anggaran.
"Itu manfaatnya untuk pelaksanaan pemilu, jadi tak perlu dua putaran," katanya.
Hal lain yang turut bisa menjadi pertimbangan, yakni upaya mereduksi energi bangsa yang berlebihan. Sebab jika pemilu terjadi dalam dua kali putaran, maka proses pertempuran juga akan terjadi dua kali.
"Dan terakhir, dengan dua pasang jadi ada waktu mempersiapkan lebih lama pemerintahan berikutnya," kata Romy.
Sumber: poskota
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?