Namun sayang, hingga saat ini masih ada pihak-pihak menyeret Presiden Joko Widodo seolah-olah sebagai kontestan Pilpres 2024.
"Mereka membandingkan dan menyerang Jokowi, seolah-olah ketika Jokowi menjadi presiden diwariskan keadaan yang sangat sempurna. Jokowi lalu diserang seolah merusak kesempurnaan itu," sambung Teddy.
Teddy mencermati, manuver-manuver tersebut sengaja dilakukan sejumlah pihak semata-mata untuk mendapat perhatian rakyat.
Oleh karenanya, Teddy mengimbau kepada masyarakat, khususnya pemegang suara untuk tetap fokus pada kandidat capres dan cawapres yang akan bertarung di 2024. Hal ini lebih penting dibanding memaksa logika tak masuk akal seolah-olah Jokowi akan kembali bertarung di 2024.
"Tidak perlu memperdebatkan khayalan, fokus saja untuk menilai kandidat," tandasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?