Rocky pun menyimpulkan bahwa PDIP tidak memiliki kemampuan untuk memitigasi hal tersebut sehingga Ganjar seperti tidak membuat progres signifikan.
"Jadi intinya adalah kemampuan PDIP untuk memitigasi enggak ada, jadi kita simpulkan aja lah mitigasinya gagal, kita lihat Ganjar zig-zag mondar-mandir," tuturnya.
Dosen filsafat itu meyakini bahwa Ganjar tidak dapat menegaskan dirinya mampu independen dalam menentukan keputusan sebagai capres.
"Tanpa upaya untuk secara independen dia mengatakan saya calon presiden loh, saya menentukan sendiri itu, enggak bisa lagi kan," jelas Rocky.
Alhasil, kata Rocky, Ganjar seperti tidak dapat berkembang di bawah asuhan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri selepas ditinggal Jokowi.
"Jadi Ganjar habis ditinggalkan oleh Jokowi dan tidak tidak tumbuh dengan sempurna justru di bawah asuhan Megawati," pungkasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Teddy Indra Wijaya: Dari Ajudan Jokowi ke Seskab Rasa Perdana Menteri – Naik Tak Wajar atau Buah Kepercayaan?
Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dipecat Jokowi dari Panglima TNI: Saya Ditendang karena Tidak Nurut
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan