Adapun tugasnya yaitu untuk memberikan komentar positif di media sosial Erick Thohir serta membentuk opini bahwa Kementerian BUMN di tangan Erick berjaya.
“Tugasnya adalah memberikan komentar positif dan like di medsos-medsosnya Erick Thohir dan juga membentuk opini bahwa Kementerian BUMN ketika dipimpin oleh Erick Thohir ini lymayan berjayalah gitu,” sambungnya.
Menanggapi hal tersebut, Said Didu menyoroti bagaimana Erick menggunakan ATM Bank BUMN untuk menunjukkan dirinya kepada publik atau secara tidak langsung berkampanye.
Menurutnya, dengan memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadinya itu membuat integritas Erick dipertanyakan.
“Sejak menggunakan ATM Bank BUMN untuk "kampanye" diri, integritasnya sudah bisa dipertanyakan,” ujar Said Didu, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter (10/7/2023).
Sumber: suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?