Untuk itu, Rizal mengatakan rakyat akan makin kesulitan dengan harga bahan pokok yang meningkat, kenaikan harga listrik, gas bersubsidi, dan BBM, hingga kenaikan tarif BPJS.
Selain itu, pemerintah juga berutang kepada negara lain untuk menutupi kebutuhan anggaran yang besar padahal utang negara dianggap sudah besar. Bahkan, Rizal menyebut pemerintah memerlukan utang untuk bisa membayar bunga dari utang sebelumnya.
"Untuk itu, dia (pemerintah) menyedot likuiditas masyarakat yaitu pertambahan kredit yang biasanya 15 persen, malah hanya sekitar 3 persen. Artinya, likuiditas masyarakat disedot," ucap Rizal.
Keadaan yang memberatkan masyarakat ini, tambah dia, menyebabkan masyarakat golongan menengah menggadaikan aset mereka, sementara golongan bawah terpaksa menggunakan pinjaman online yang bunganya disebut sangat tinggi.
"Ini proses kemiskinan struktural karena likuiditas yang ada, disedot untuk nombokin bayar utang (negara)," tandas Rizal.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?