Untuk itu, Rizal mengatakan rakyat akan makin kesulitan dengan harga bahan pokok yang meningkat, kenaikan harga listrik, gas bersubsidi, dan BBM, hingga kenaikan tarif BPJS.
Selain itu, pemerintah juga berutang kepada negara lain untuk menutupi kebutuhan anggaran yang besar padahal utang negara dianggap sudah besar. Bahkan, Rizal menyebut pemerintah memerlukan utang untuk bisa membayar bunga dari utang sebelumnya.
"Untuk itu, dia (pemerintah) menyedot likuiditas masyarakat yaitu pertambahan kredit yang biasanya 15 persen, malah hanya sekitar 3 persen. Artinya, likuiditas masyarakat disedot," ucap Rizal.
Keadaan yang memberatkan masyarakat ini, tambah dia, menyebabkan masyarakat golongan menengah menggadaikan aset mereka, sementara golongan bawah terpaksa menggunakan pinjaman online yang bunganya disebut sangat tinggi.
"Ini proses kemiskinan struktural karena likuiditas yang ada, disedot untuk nombokin bayar utang (negara)," tandas Rizal.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia Malam Hari: Siti Zuhro dan Susno Duadji Bicara Apa?
Gatot Nurmantyo vs Kapolri: Analisis Hukum Mengungkap Dampak Kritik yang Dinilai Melemahkan Polri