Novel Baswedan pun menyinggung hingga mengibaratkan pimpinan KPK saat ini seperti sapu.
"Tidak mungkin membersihkan lantai dgn sapu kotor, Pimpinan KPK sekarang ini, ibarat sapu sudahlah Rusak, Kotor pula..," tandasnya.
Sementara itu, saat KPK proses OTT pejabat BNPP, terciduk pula pejabat Basarnas dari kalangan militer. Adapun terkait hal tersebut, ada sebanyak 11 orang yang dimintai keterangan. 11 orang itu termasuk pejabat Basarnas yakni Letkol Adm Afri Budi Cahyanto.
Meski begitu, OTT tersebut belakangan menjadi persoalan. Alasannya yakni karena KPK dinilai melanggaran prosedur lantaran menangkap dan menetapkan pihak militer sebagai tersangka. Saat penetapan tersangka itu, Firli Bahuri sedang dinas di luar kantor.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?