"Di sisi PDIP, Megawati menjadi penentu atau Queen Maker. Kemudian dalam konteks KKIR, Presiden Jokowi semacam pengarah utama atau King Maker, sementara di KPP, peran sentral SBY sebagai King Maker menentukan keberlangsungan pencapresan Anies," kata Agung.
Agung melihat, PDIP nampaknya mesti kerja lebih keras untuk menemukan cawapres yang tepat untuk mengalahkan elektabilitas Prabowo yang masih unggul dibandingkan dengan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan. "Dalam konteks KPP, hadirnya koalisi besar (KKIR) semakin menegaskan bahwa diperlukan terobosan politik agar pencapresan Anies tak layu sebelum berkembang. Sehingga memilih cawapres dan kampanye yang atraktif begitu penting agar KPP tak hanya sekedar penggembira dalam Pilpres," kata Agung.
Sumber: tempo
Artikel Terkait
Zulhas Gagal? Harga Minyakita Tembus Rp23.000, Ini Bukti Karut-marut Tata Niaga Pangan!
Harga Minyakita Melambung di Atas HET, Pengamat: Ini Bukti Kegagalan Zulhas Sebagai Menko Pangan
Seskab Teddy Bungkam saat Dihujat Amien Rais? Ternyata Ini Alasannya yang Mengejutkan!
Viral! Dandim Ternate Bongkar Alasan di Balik Pembubaran Nobar Film Pesta Babi – Ternyata Demi Ini