Ade mengatakan dengan kepergian dua parpol menuju koalisi lain, seharusnya ada perubahan sikap yang terjadi dalam tubuh dari PDIP. Ia mengatakan hal ini harus segera dilakukan jelang Pilpres 2024.
Jika tidak, menurutnya bukan tidak mungkin bahwa jagoan mereka akan ditinggalkan simpatisannya bahkan gagal untuk menjadi presiden selanjutnya setelah Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
"Buat saya, ini peringatan yang baik untuk PDIP. PDIP itu terlalu sombong, jadi berubahlah sikap dan semoga hal itu akan membuat pendukung ganjar kembali mereka ke PDIP," jelasnya.
PDIP sendiri sampai kini membantah bahwa pihaknya adalah partai yang sombong. Mereka menegaskan bahwa partainya selalu terbuka untuk menyambut partai politik yang sesuai dengan visi-misi pihaknya dan ingin berkoalisi menuju pesta demokrasi.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Sidang Isbat 1 Syawal 2026 Digelar Besok: Apakah Idul Fitri Jatuh pada 20 Maret?
Mahfud MD Bongkar Potensi Korupsi di Balik Program Makan Gratis: Ini Kata-Kata Kerasnya
Restorative Justice untuk Rismon: Mungkinkah Perkara Ijazah Palsu vs Jokowi Berakhir Damai?
Mantan Ketua PN Depok Lawan KPK di Praperadilan: Benarkah Penyitaan Rp850 Juta & Rp2,5 Miliar Itu Sah?