Ade mengatakan dengan kepergian dua parpol menuju koalisi lain, seharusnya ada perubahan sikap yang terjadi dalam tubuh dari PDIP. Ia mengatakan hal ini harus segera dilakukan jelang Pilpres 2024.
Jika tidak, menurutnya bukan tidak mungkin bahwa jagoan mereka akan ditinggalkan simpatisannya bahkan gagal untuk menjadi presiden selanjutnya setelah Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
"Buat saya, ini peringatan yang baik untuk PDIP. PDIP itu terlalu sombong, jadi berubahlah sikap dan semoga hal itu akan membuat pendukung ganjar kembali mereka ke PDIP," jelasnya.
PDIP sendiri sampai kini membantah bahwa pihaknya adalah partai yang sombong. Mereka menegaskan bahwa partainya selalu terbuka untuk menyambut partai politik yang sesuai dengan visi-misi pihaknya dan ingin berkoalisi menuju pesta demokrasi.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Said Didu Bongkar Dalang di Balik Upaya Jatuhkan Prabowo: Bukan Oposisi, Tapi Kelompok Ini!
Prediksi Pilpres 2029: 7 Nama Kuda Hitam yang Siap Kalahkan Petahana dan Rebut Kursi RI-1
Bukan Prabowo, Petinggi TNI Sebut Opsi Pemakzulan Ini Jauh Lebih Realistis dan Risikonya Kecil
Tentara Israel Jejali Rokok ke Mulut Patung Bunda Maria di Lebanon: Aksi Hina yang Picu Kemarahan Umat Katolik