Karena menurutnya, para bacaleg Partai Demokrat di Banten dituntut harus memiliki strategi kreatif dan inovatif untuk bisa memenangkan suara masyarakat di Pileg 2024 mendatang.
"Banyak lah, bisa dibilang cost berlipat," ujar Rochman sambil tertawa.
"Tapi ga masalah, ini jadi pelajaran bagi kami (bacaleg) ternyara pengkhianatan bisa saja terjadi kapanpun. Dan untuk kader harus pintar-pintar buat strategi pemenangan," lanjutnya.
Saat disinggung soal nasib spanduk dan baliho bergambar Anies Baswedan yang kadung dibuat, Rochman pun berkelakar bahwa spanduk dan baliho itu pun akan dimanfaatkannya untuk alas menjemur padi.
"Yah buat ampar (alas), buat jemur padi. Kita manfaatin aja buat jemur padi. Nanti gambar Aniesnya ditutup tapi buat jemur padi aja," kata Rochman.
Diketahui sebelumnya, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten, Iti Octavia Jayabaya telah meminta kepada seluruh kader mencopot spanduk dan baliho bergambar Anies Baswedan pasca Partai NasDem memilih Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai cawapres mendampingi Anies Baswedan.
"Saya sudah perintahkan kader dan simpatisan harus mencopot pamflet Anies Baswedan di baliho juga di media sosial," kata Iti, Kamis (31/8/2023) lalu.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?