POLHUKAM.ID - Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, menceritakan proses kenapa akhirnya partainya memilih berkoalisi dengan PKB dan PKS.
Awalnya, Ali mengatakan, proses perjalanan di Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) cukup panjang untuk menentukan cawapres Anies Baswedan.
"Terus kemudian dari Tim 8 menyodorkan 1 nama, jadi bagi NasDem janganlah terburu-buru, tapi kita juga tidak menolak," kata Ali kepada wartawan di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (12/9).
Ali menjelaskan, alasan NasDem tidak ingin terburu-buru karena masih mencari opsi bacawapres lain untuk Anies. Ia menilai nama yang ditawarkan pada saat itu belum mumpuni.
Ali tak menyebutkan nama cawapres itu. Namun, sebelumnya beredar kabar bahwa Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), disebut-sebut sebagai bacawapres Anies di KPP.
Artikel Terkait
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?
Tragedi Ngada: Benarkah Sekolah di Indonesia Sudah Gratis?