“Saya pikir wajar enggak ada masalah. Ya disampaikan di mana saja terserah, asal untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Jazilul.
Akan tetapi, Jazilul sangat menyayangkan apabila data parpol yang disampaikan kepada kepala negara digunakan untuk kepentingan politik tertentu.
“Kalau digunakan untuk kepentingan misalkan selaku petugas partai tertentu, atau kader partai tertentu, saya pikir itu tindakan yang tidak adil,” tegasnya.
Namun begitu, Jazilul meyakini Presiden Jokowi akan bersikap adil dan tidak menyalahgunakan data-data parpol yang didapatkan dari data intelijen tersebut.
“Saya yakin Pak Presiden akan bersikap adil terhadap info yang diterima. Jadi, para relawan jangan sampai menyeret-nyeret presiden ada usaha-usaha yang nantinya akan mengarah pada aktivitas-aktivitas yang menyalahi tata aturan,” pungkasnya
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Qodari Resmi Jabat Kepala Bakom: Gaya Komunikasi Pemerintah Berubah Total Jadi Lebih Agresif dan Siap Perang Narasi
Ray Rangkuti Kecam Reshuffle Kelima Prabowo: Cuma Mutasi Figur Lama, Nggak Ada Perubahan Signifikan
Rp3 Miliar untuk Pakaian Dinas? Gubernur Sumsel Buka Suara soal Anggaran Kontroversial Ini
Konflik Timur Tengah 2 Bulan, Menteri ESDM Buka Suara: Stok BBM Nasional Aman?