Apabila tidak, sambung Servasius, maka melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Hanura. "Sekali lagi, ini (GEMA Hanura) liar. Organisasi tanpa bentuk," ucap dia.
Servasius pun mengimbau sayap partai yang mengatasnamakan Hanura untuk segera mencabut dan membatalkan deklarasi dan meminta maaf. Apabila tidak, katanya, Bidang Hukum DPP Hanura akan mengambil langkah hukum terukur.
"Kepada siapa pun yang bertindak dan atas nama partai mendeklarasikan sayap dan deklarasi capres-cawapres, segera mencabutnya. Silakan deklarasi kepada calon mana pun, tapi tidak bawa nama partai," tegasnya.
Sementara itu, Ketua LBH Partai Hanura Rudy Imanuel menambahkan bahwa GEMA Hanura bukan bagian dari Partai Hanura, baik sebagai organisasi otonom (Ortom) maupun organisasi sayap (Orsap).
Rudy pun menegaskan partai yang dinakhodai Oesman Sapta Odang (OSO) itu telah mendukung penuh bakal capres dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo sebagai bakal capres 2024. Hanura, kata dia, tidak pernah mendukung Prabowo.
Karena itu, Rudy mengaku pihaknya akan melaporkan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPN GEMA Hanura Edy Syahputra ke Polresta Bandung, Jawa Barat pada hari ini.
"Atas kerugian yang ditimbulkan oleh pemberitaan media yang dilakukan oleh Edy Syahputra, kami akan melaporkannya kepada pihak yang berwajib pada hari Rabu, 11 Oktober 2023. Sebab, telah menyebarkan berita bohong kepada publik," ujar Rudy.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Diplomasi Tingkat Tinggi: Rahasia di Balik Pertemuan Rahasia Eggi Sudjana dan Damai Lubis dengan Jokowi
Restorative Justice atau Blunder? Misteri Pencabutan Tersangka Eggi-Damai dalam Kasus Ijazah Jokowi Terkuak
Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra! Ini Alasan Krusial Jelang Jadi Deputi Gubernur BI
Anies Baswedan Diusung Partai Baru di 2029, Demokrat Ingatkan Hal Krusial Ini!