Selain itu, hampir semua lembaga survei menempatkan elektabilitas Ganjar Pranowo paling tinggi, sedangkan elektabilitas Erick Thohir terus menanjak dan potensial menjadi kuda hitam.
Keunggulan lain bila Ganjar Pranowo memilih Erick Thohir, kata Verdy Firmantoro, adalah kelincahan gerakan Erick Thohir dalam "mempromosikan" dirinya ke publik beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Tak Punya Jagoan, KIB Sebaiknya Usung Capres dari Luar Partai
Juga, Ganjar Pranowo yang mewakili kelompok nasionalis akan disempurnakan oleh Erick Thohir yang mewakili Islam Nahdlatul Ulama.
"Suka atau tidak, duet Ganjar Pranowo-Erick Thohir dinilai masuk dalam simulasi lembaga survei lantaran keduanya seorang profesional. Selain itu, mereka dianggap mampu memaksimalkan media sosial sebagai alat kampanye jelang Pilpres 2024 mendatang," ucap Verdy.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?