POLHUKAM.ID - Ketika Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, membantah isu soal "matahari kembar" di tengah gelombang kunjungan menteri dan wakil menteri ke rumahnya, publik dibuat bertanya-tanya.
“Matahari cuma satu, Presiden Prabowo Subianto,” katanya.
Namun di balik pernyataan itu, banyak pihak menilai ada sinyal berbahaya.
Salah satunya datang dari Ramadhan Isa, Koordinator Nasional Poros Muda Nahdlatul Ulama.
Kepada media, pria yang akrab disapa Dhani ini menyebut Jokowi sedang memainkan skenario kuasi kekuasaan.
“Ucapan Jokowi tak sejalan dengan tindakannya. Pertemuan dengan peserta Sespimmen Polri itu pesan tersembunyi bahwa ia masih pegang kendali atas kepolisian,” ujar Dhani, Selasa (22/4).
Dhani yang juga merupakan Presidium Kawal Koalisi Merah Putih (KKMP) menilai keberadaan loyalis Jokowi di kabinet bisa melumpuhkan kinerja pemerintahan Prabowo.
“Ada 17 menteri dan wakil yang masih orang-orangnya. Tak heran muncul banyak blunder dari dalam,” ujarnya.
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?