Menurutnya, tim Anies harus lebih hati-hati karena acara deklarasi yang disusupi isu organisasi terlarang itu rentan ditunggangi oleh segelintir orang. Nasrullah khawatir hal tersebut memberi dampak negatif terhadap citra dan nama baik dari Gubernur DKI tersebut.
"Sebaiknya perlu diteliti dan didalami lagi, apakah itu ditunggangi atau murni. Dan seharusnya tim Pak Anies harus berhati-hati lagi," kata Nasrullah kepada wartawan, Jum'at (10/6/2022).
Penasehat Fraksi PKS DPRD DKI ini juga turut mengimbau kepada seluruh pihak yang ingin terlibat dalam aktivitas dukung-mendukung pencapresan agar tidak menyertakan segala bentuk atribut yang sensitif yang bisa menimbulkan kegaduhan.
"Memang sebaiknya deklarasi dukungan kepada kubu siapapun sebaiknya dihindari menggunakan bendera-bendera dan kalimat yang sensitif, dalam rangka menjaga keutuhan bangsa dan ummat," imbaunya.
Sebagaimana diketahui, acara deklarasi Anies capres ini digelar oleh sekelompok massa yang menamakan diri Majelis Sang Presiden. Mereka mengaku sebagai mantan simpatisan dari Front Pembela Islam dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran