Ia beralasan perubahan kuota dilakukan demi keselamatan jemaah agar dapat beribadah dengan tenang dan baik.
KPK Beberkan Peran dan Dugaan Kerugian Negara
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa Gus Yaqut dan Gus Alex diduga terlibat dalam perbuatan melawan hukum terkait diskresi pembagian kuota. KPK juga menduga ada aliran uang dari penyelenggara haji khusus (PIHK) ke oknum di Kementerian Agama.
Kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 dan/atau Pasal 3 UU Tipikor. KPK menaksir kerugian negara dalam kasus ini mencapai lebih dari Rp1 triliun. Proses hukum berawal dari temuan Pansus Hak Angket Haji DPR.
Status Hukum Terkini: Pencekalan dan Pemeriksaan
KPK telah mencekal Gus Yaqut, Gus Alex, dan pemilik biro travel haji Maktour, Fuad Hasan Masyhur, untuk bepergian ke luar negeri selama enam bulan. Hingga saat ini, Gus Yaqut telah menjalani pemeriksaan sebanyak dua kali oleh penyidik KPK.
Kasus ini terus berkembang dan menjadi sorotan publik, mengingat besarnya kuota dan nilai kerugian negara yang diduga.
Artikel Terkait
Gus Dur Diperiksa Polisi, Kenapa Jokowi Tidak? Fakta Mengejutkan dari Mantan Wakapolri
Oegroseno Buka Suara: Ini Alasan Hukum Polisi Tak Bisa Vonis Ijazah Jokowi Asli atau Palsu
Gus Aiz Diperiksa KPK: Benarkah Dana Korupsi Kuota Haji Mengalir ke Petinggi PBNU?
KPK Beberkan Aliran Rp600 Juta ke Anggota DPRD PDIP: Terungkap dari Kasus Ijon Bupati Bekasi?