Sayangnya, tak satu pun dari keuntungan tersebut benar. Seperti banyak penipuan lain, operator kemudian mencoba mendapatkan lebih banyak informasi dan sering kali berusaha menghasilkan pendapatan dari korban.
Dilansir ZDNet, Selasa (5/7/2022), pemohon visa diberitahu bahwa formulir berikutnya akan tersedia setelah mereka mengundang 15 teman atau lima grup di WhatsApp untuk membuat orang lain secara sadar mengikuti program tersebut. Pada akhirnya, pengguna dikirim ke situs web lain, termasuk situs kuis yang meminta data pribadi.
Kasus phishing bertema visa merupakan hal biasa. Penipuan serupa terjadi beberapa bulan yang lalu yang mencoba memikat korban yang ingin bekerja atau belajar di Inggris.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bongkar Fakta Harga Chromebook di Sidang Tipikor: Rp10 Juta atau Rp5,8 Juta?
KPK Panggil Lagi Yaqut Cholil Qoumas, Misteri Kerugian Triliunan dari Kasus Kuota Haji Terkuak?
Mengungkap Skandal Nikel Rp 2,7 T: Jampidsus Geledah Rumah Mantan Menteri LHK & Anggota DPR!
Roy Suryo Balas Dendam? Ini Rencana Pelaporan Balik ke Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis