Baca Juga: 23 Petugas KPPS Mundur Sebelum Dilantik, KPU Ponorogo Tegaskan Tidak Ganggu Tahapan Pemilu
Menurut dia, AS diduga mengorupsi kas desa dengan modus mencairkan keuangan untuk keperluan pribadi.
Kasus ini mencuat dari informasi masyarakat terkait pencairan kas desa 2022 yang tidak sesuai prosedur.
Hasil penyelidikan polisi, ditemukan kerugian negara Rp 400 juta. ‘’Setelah 14 hari pasca-tahap dua akan segera dilimpahkan ke pengadilan,’’ ujarnya.
AS dijerat pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001. Subsidair, pasal 3 Jo Pasal 18 UU/31 Tahun 1999.
‘’Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun,’’ jelasnya. (hyo/sat)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: radarmadiun.jawapos.com
Artikel Terkait
Nadiem Makarim Bongkar Fakta Harga Chromebook di Sidang Tipikor: Rp10 Juta atau Rp5,8 Juta?
KPK Panggil Lagi Yaqut Cholil Qoumas, Misteri Kerugian Triliunan dari Kasus Kuota Haji Terkuak?
Mengungkap Skandal Nikel Rp 2,7 T: Jampidsus Geledah Rumah Mantan Menteri LHK & Anggota DPR!
Roy Suryo Balas Dendam? Ini Rencana Pelaporan Balik ke Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis