Perjalanan peti kemas yang mengandung jasad HG pun dapat ditelusuri oleh pihak berwenang.
"Hasil penelusuran kami terhadap jejak kontainer tersebut menunjukkan bahwa perjalannya dimulai dari wilayah Fakfak sebelum akhirnya tiba di Jakarta," tambahnya.
Sebelumnya, penemuan mayat tersebut dilaporkan oleh seorang pekerja bongkar muat yang terkejut melihatnya ketika hendak memasukkan barang ke dalam peti kemas.
Baca Juga: Rafly Kande Anggota DPR RI, Sangat Mendesak Bangun Industri Refinery CPO Di Aceh
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Iptu I Gusti Ngurah Putu Khrisna Narayana, menjelaskan bahwa penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak berwenang.
"Pekerja bongkar muat yang terkejut langsung melaporkan penemuan itu kepada sekuriti, yang kemudian diteruskan ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok," ungkap Iptu Khrisna Narayana.
Meskipun identitas korban telah terungkap, misteri seputar penyebab kematiannya masih belum terpecahkan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jakartainsider.id
Artikel Terkait
Abdul Wahid Bongkar Kejanggalan Dakwaan KPK: OTT Rp800 Juta hingga Jatah Preman Tak Ada dalam Berkas!
KPK Berbeda Sikap? Menguak Strategi Kontroversial dalam Kasus Korupsi Kuota Haji Yaqut Cholil Qoumas
KPK Izinkan Yaqut Lebaran di Rumah: Gerd Akut & Asma Jadi Alasan, Apa Strategi Sebenarnya?
Noel Rencana Ajukan Tahanan Rumah ke KPK: Ikuti Jejak Yaqut, Apa Alasannya?