Aksi tarik menarik spanduk dan kejar-kejaran tersebut berlangsung tepat dilakukan didepan aparat kepolisian yang menjaga di depan pintu III Kementerian ESDM.
Pihak Kepolisian yang mengamankan jalannya aksi Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Energi hanya mendiamkan perilaku premanisme yang dilakukan oleh segerombolan orang tidak dikenal tersebut.
Segerombolan orang yang tidak dikenal ini, masih jelas Rio, mengintimidasi kawan-kawan aksi berupa menarik baju kawan-kawan aksi sampai mobil komando dan pengeras suara yang dijadikan sarana aksi juga tidak luput jadi sasaran keberingasan orang tidak dikenal tersebut.
“Salah satu peserta aksi Riswan Siahaan tak luput dari segerombolan orang tidak dikenal ini, mereka mengerubungi dan menarik jaket sampai terseret,” kata Rio.
Kemudian sampai sekira Pukul 14.30 WIB, kondisi dan situasi makin tidak kondusif menyebabkan peserta aksi akhirnya membubarkan diri tanpa melakukan perlawanan.
Atas kejadian itu, massa aksi Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Energi mendesak pihak berwajib ungkap pelaku tindak premanisme terhadap peserta aksi di Kementerian ESDM.
“Kami mohon, Presiden Prabowo segera memecat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia,” tegas Rio.
[DOC]
Sumber: BeritaBuana
Artikel Terkait
KPK Gegerkan Bea Cukai: Uang Rp5 Miliar di Safe House Ciputat untuk Operasional Apa?
Muhammad Kerry Divonis 15 Tahun: Ini Rincian Denda Rp1 Miliar & Uang Pengganti Triliunan
Freddy Alex Damanik Diperiksa Lagi: Apa Hasil Terbaru Kasus Ijazah Jokowi?
Yurisdiksi Haji di Saudi: Alasan Kuat Eks Menag Yaqut Ajukan Praperadilan, Sidang Malah Ditunda!