Krisis Gaza: Kelaparan dan Bantuan Tidak Tepat Sasaran Pascagencatan Senjata
Sudah satu bulan sejak gencatan senjata antara Hamas dan Israel diumumkan, namun warga Gaza masih berjuang menghadapi krisis kemanusiaan yang sangat parah. Meski suara bom telah mereda, penderitaan berubah wujud menjadi ancaman kelaparan dan kelangkaan bahan pokok yang akut.
Israel Dinilai Langgar Komitmen Bantuan
Menurut Kepala Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail al-Thawabta, Israel dinilai belum memenuhi kewajibannya dalam perjanjian gencatan senjata. Al-Thawabta menegaskan bahwa Israel terus menghindari kewajiban soal masuknya bantuan kemanusiaan dan barang-barang penting ke Jalur Gaza.
Data yang dirilis menunjukkan bahwa hanya 4.453 truk bantuan yang berhasil masuk dalam kurun waktu hampir sebulan. Angka ini sangat jauh dari kesepakatan awal yang menargetkan 600 truk bantuan per hari.
Bantuan Mewah Mengalir, Bahan Pokok Tetap Langka
Situasi semakin memprihatinkan karena komposisi barang yang masuk dinilai tidak tepat sasaran. Pasar Gaza justru dipenuhi oleh produk-produk mewah dan kurang esensial seperti cokelat, minuman ringan, dan kopi.
Artikel Terkait
Trump Tuntut Deportasi Anggota Kongres AS: Mungkinkah Hukum Dikalahkan?
Iran Tuduh AS & Israel Pakai Propaganda Nazi Goebbels: Apa Target Sebenarnya di Balik Isu Nuklir?
Blok Sunni Baru Pimpinan Turki-Mesir: Ancaman Nuklir yang Lebih Menakutkan dari Iran bagi Israel?
Hegemoni AS Terbongkar: Alasan Israel Bebas Iuran Board of Peace yang Bikin Dunia Geram