Sementara itu, bahan pokok yang sangat dibutuhkan seperti tepung, beras, susu, daging, dan ayam tetap sangat langka. Kelangkaan bahan bakar juga masih terjadi, mengganggu operasional rumah sakit dan pembuatan roti.
Kesaksian Warga: Antre Panjang dan Penderitaan Nyata
Di Gaza City, antrean untuk mendapatkan roti bisa memakan waktu berjam-jam. Abu Bilal al-Sheikh Khalil, seorang warga yang tinggal di tempat pengungsian, mengungkapkan kekecewaannya. "Kami butuh makanan sungguhan, bukan mi instan dan cokelat. Sudah delapan bulan kami tidak makan ayam atau ikan," ujarnya.
Ancaman Kesehatan: Malnutrisi dan Makanan Tidak Sehat
Ahli gizi Mohammed al-Shukri memberikan peringatan serius. Ia menyebut bahwa pasar Gaza dibanjiri makanan tinggi gula dan stimulan, sementara makanan bergizi seperti susu dan telur justru dilarang masuk. Kondisi ini dinilainya sebagai upaya sistematis yang merusak kehidupan manusia.
"Malnutrisi tetap merajalela, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia," tegas al-Shukri. Krisis ini menunjukkan bahwa gencatan senjata belum membawa perubahan signifikan bagi kehidupan sehari-hari warga Gaza yang masih terperangkap dalam penderitaan.
Artikel Terkait
Gagal Total! Perundingan AS-Iran 21 Jam Bubar Gara-Gara Isu Nuklir Ini
Iran Bantah Keras! Benarkah AS Berhasil Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz?
Pertemuan Rahasia JD Vance dengan Iran di Islamabad: Apa yang Sebenarnya Dibahas?
Iran Siap Perang 6 Bulan? Rudal & Drone Baru Siap Hantam AS-Israel Jika Gagal Damai