AS Serukan Evakuasi Darurat Warga AS dari Iran: Ancaman Serangan Trump Makin Nyata?

- Selasa, 13 Januari 2026 | 07:50 WIB
AS Serukan Evakuasi Darurat Warga AS dari Iran: Ancaman Serangan Trump Makin Nyata?
  • Segera merencanakan keberangkatan mandiri dari Iran.
  • Menjauh dan menghindari segala bentuk unjuk rasa atau kerumunan besar.
  • Mencari lokasi aman di dalam tempat tinggal atau bangunan lain jika tidak dapat pergi.
  • Selalu waspada terhadap lingkungan sekitar dan tetap tenang.

Pemicu Ketegangan: Ancaman Trump dan Korban Demonstrasi

Seruan darurat ini muncul setelah ancaman langsung dari Presiden AS Donald Trump, yang menyatakan kesiapannya untuk menyerang Iran jika korban jiwa dalam demonstrasi terus berjatuhan. Sejumlah lembaga HAM internasional melaporkan bahwa ratusan orang telah tewas dalam dua pekan gelombang protes tersebut.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengakui sulitnya memverifikasi angka pasti, namun menyatakan keyakinannya bahwa sejumlah warga sipil, telah tewas. Sementara itu, sebuah sumber militer dari pasukan keamanan Iran mengungkapkan angka lebih dari 500 korban tewas, termasuk 110 anggota polisi dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Akar Masalah: Inflasi dan Unjuk Rasa yang Meluas

Gelombang demonstrasi di Iran pertama kali pecah pada 28 Desember 2025, dipicu oleh kekhawatiran masyarakat atas inflasi tinggi dan melemahnya nilai tukar Rial Iran. Fluktuasi mata uang ini menyebabkan kenaikan harga yang signifikan, hingga mendorong Gubernur Bank Sentral Iran, Mohammad Reza Farzin, untuk mengundurkan diri.

Intensitas protes semakin meningkat sejak 8 Januari 2026, menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra mantan Shah Iran. Pada hari yang sama, pemerintah Iran diketahui memblokir akses internet di berbagai wilayah untuk membatasi arus informasi.

Halaman:

Komentar