Mojtaba Khamenei Kritis: Laporan Rahasia AS-Israel Ungkap Siapa Pengendali Sebenarnya Iran?

- Rabu, 08 April 2026 | 10:00 WIB
Mojtaba Khamenei Kritis: Laporan Rahasia AS-Israel Ungkap Siapa Pengendali Sebenarnya Iran?
Kondisi Kritis Mojtaba Khamenei: Laporan Intelijen AS-Israel Ungkap Fakta Terbaru

Laporan Intelijen: Mojtaba Khamenei Kritis dan Tidak Mampu Jalankan Pemerintahan

Sebuah laporan intelijen gabungan Amerika Serikat dan Israel mengungkapkan bahwa Mojtaba Khamenei saat ini berada dalam kondisi kritis. Ia dilaporkan sedang dirawat di kota suci Qom dan tidak mampu terlibat dalam pengambilan keputusan negara.

Isi Memo Intelijen AS-Israel Terkait Kondisi Mojtaba Khamenei

Berdasarkan memo diplomatik yang dikutip The Times of Israel, Rabu 8 April 2026, disebutkan dengan jelas: "Mojtaba Khamenei sedang dirawat di Qom dalam kondisi kritis, tidak mampu terlibat dalam pengambilan keputusan apa pun oleh rezim." Laporan ini merupakan yang pertama mengungkap keberadaannya sejak konflik besar pada akhir Februari 2026.

Dampak Serangan dan Meningkatnya Pengaruh Militer Iran

Mojtaba Khamenei diyakini mengalami luka dalam serangan gabungan AS-Israel yang juga menewaskan ayahnya, Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Ketidakhadirannya di publik memicu spekulasi luas mengenai siapa yang sebenarnya mengendalikan pemerintahan Iran. Analisis menyebutkan pengaruh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) semakin menguat dalam struktur kekuasaan negara.

Persiapan Pemakaman dan Konten Media yang Dipertanyakan

Memo intelijen tersebut juga mengungkap persiapan pemakaman untuk Ali Khamenei di Qom. Kompleks makam yang disiapkan disebutkan kemungkinan akan menampung lebih dari satu jenazah. Sementara itu, media pemerintah Iran masih merilis pernyataan dan konten yang diklaim berasal dari Mojtaba, termasuk video peninjauan peta fasilitas nuklir Israel, yang keasliannya diragukan banyak pihak.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran mengenai kondisi aktual putra mendiang Ali Khamenei tersebut. Situasi ini terus menjadi sorotan dunia internasional terkait stabilitas dan masa depan kepemimpinan di Iran.

Komentar