Respons Pimpinan Iran
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menyampaikan pesan singkat namun tajam kepada Trump: "Jika Anda melawan, kami akan melawan." Sementara itu, penasihat militer Mohsen Rezaei menyebut Iran memiliki "kapasitas besar yang belum digunakan" untuk menghadapi tekanan AS.
Detail Blokade AS dan Dampaknya
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan blokade akan dimulai pada hari Senin, 13 April 2026. Operasi ini bertujuan menghentikan ekspor minyak Iran melalui jalur "transit gelap" untuk menghindari sanksi. CENTCOM menyatakan masih mengizinkan kapal komersial yang menuju pelabuhan non-Iran untuk melintas.
Dampak ketegangan ini langsung terasa pada ekonomi global. Harga minyak mentah AS melonjak 8 persen menjadi $104,24 per barel, sementara Brent naik 7% ke posisi $102,29. Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz juga merosot drastis dari sekitar 135 kapal per hari menjadi hanya 40 kapal sejak gencatan senjata.
Ketegangan Diplomatik yang Meluas
Di tengah krisis, Trump memperluas front dengan menyerang Paus Leo XIV yang mengecam perang. Trump menyebut pemimpin Katolik itu "buruk dalam kebijakan luar negeri." Kegagalan perundingan maraton 21 jam di Islamabad yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance seolah menutup pintu diplomasi.
Dengan kapal-kapal perang yang saling mengunci target dan blokade yang mulai berlaku, Selat Hormuz kini menjadi arena yang siap meledak menjadi konflik terbuka kapan saja.
Artikel Terkait
Bom di Pasar Jilli: 200 Nyawa Melayang, Benarkah Jet Tempur Nigeria Salah Sasaran?
AS Blokade Iran 2026: Apa Dampaknya Bagi Selat Hormuz dan Dunia?
Iran Sindir AS: Nikmati Harga Bensin Sekarang! - Harga Minyak Tembus $100, Ini Pemicunya
Israel Siap Gempur Iran Lagi? Ini Penyebab Negosiasi Damai AS-Iran Gagal Total