Fenomena alam yang juga terjadi di wilayah lain negara gurun itu seketika menghambat jarak pandang dan memperlambat lalu lintas.
Kabut tebal membuat gedung-gedung ikonik Riyadh seperti Pusat Kerajaan hampir mustahil untuk dilihat dari jarak lebih dari beberapa ratus meter.
Meski demikian, tidak ada penundaan atau pembatalan penerbangan yang diumumkan.
Menurut Saudi Agency Press, pusat meteorologi negara itu sebelumnya memperkirakan angin berdebu permukaan" di timur negara itu dan di Riyadh dan mengurangi pandangan horizontal.
Perkiraan itu juga menyebutkan bahwa kondisi yang sama juga terjadi lebih jauh ke barat di kota-kota suci Mekah dan Madinah, menurut perkiraan.
Tanda-tanda elektronik di sepanjang jalan raya Riyadh memperingatkan pengemudi untuk mengurangi kecepatan mereka karena jarak pandang yang lebih rendah.
Di pusat kota Riyadh, mobil dan bangunan diselubungi pasir, dan penduduk berjuang untuk agar tidak masuk ke rumah.
"Bekerja di luar sangat sulit karena tanahnya kotor," kata seorang pekerja konstruksi Pakistan yang menyebut namanya sebagai Kalimullah kepada AFP.
Artikel Terkait
Gedung Putih Lockdown! Penembakan Misterius Usai Konvoi Wapres JD Vance Melintas
Iran vs AS Baku Tembak di Selat Hormuz: 6 Kapal Militer Hancur, Trump Beri Perintah Evakuasi
Rudal Hoot Iran: Senjata Bawah Laut 200 Kg yang Bikin Kapal Musuh Hancur Sekejap
Blokade AS Gagal Total? Iran Buka Suara soal Skenario Perang di Selat Hormuz