Dia mengaku sedang memasang ubin ketika badai terjadi, dan berusaha melindungi wajahnya dengan lilitan kain.
"Saya mencoba mencuci muka dari waktu ke waktu," tambah pria berusia 30 tahun itu.
Pekerja kantor Saudi Abdullah Al-Otaibi mengatakan dia bersyukur dia bekerja di dalam ruangan.
"Badai debu adalah bagian dari budaya kami dan kami sudah terbiasa, tetapi beberapa di antaranya parah," kata Al-Otaibi, 39, menggosok matanya saat dia bergegas ke gedung kantornya.
Sebagian wilayah Arab Saudi biasanya mengalami badai pasir antara bulan Maret dan Mei, dengan intensitas yang bervariasi.
Frekuensi badai telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir di wilayah tersebut.
Negara tetangga Irak telah mengalami delapan badai pasir sejak pertengahan April.
Fenomena itu dipicu oleh degradasi tanah, kekeringan hebat dan curah hujan rendah terkait dengan perubahan iklim.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Debat Sengit AS vs Iran di DK PBB: Ancaman Perang Terbuka Menggantung?
Foto Satelit AS ke Malaysia: Apakah Ini Sinyal Akan Jadi Venezuela Berikutnya?
Krisis Iran Memanas: India Evakuasi 10 Ribu Warga, AS Bersiap Serang?
Arab Saudi Peringatkan AS: Serang Iran, Harga Minyak & Ekonomi Global Bisa Kiamat?