Fenomena alam yang juga terjadi di wilayah lain negara gurun itu seketika menghambat jarak pandang dan memperlambat lalu lintas.
Kabut tebal membuat gedung-gedung ikonik Riyadh seperti Pusat Kerajaan hampir mustahil untuk dilihat dari jarak lebih dari beberapa ratus meter.
Meski demikian, tidak ada penundaan atau pembatalan penerbangan yang diumumkan.
Menurut Saudi Agency Press, pusat meteorologi negara itu sebelumnya memperkirakan angin berdebu permukaan" di timur negara itu dan di Riyadh dan mengurangi pandangan horizontal.
Perkiraan itu juga menyebutkan bahwa kondisi yang sama juga terjadi lebih jauh ke barat di kota-kota suci Mekah dan Madinah, menurut perkiraan.
Tanda-tanda elektronik di sepanjang jalan raya Riyadh memperingatkan pengemudi untuk mengurangi kecepatan mereka karena jarak pandang yang lebih rendah.
Di pusat kota Riyadh, mobil dan bangunan diselubungi pasir, dan penduduk berjuang untuk agar tidak masuk ke rumah.
"Bekerja di luar sangat sulit karena tanahnya kotor," kata seorang pekerja konstruksi Pakistan yang menyebut namanya sebagai Kalimullah kepada AFP.
Artikel Terkait
Debat Sengit AS vs Iran di DK PBB: Ancaman Perang Terbuka Menggantung?
Foto Satelit AS ke Malaysia: Apakah Ini Sinyal Akan Jadi Venezuela Berikutnya?
Krisis Iran Memanas: India Evakuasi 10 Ribu Warga, AS Bersiap Serang?
Arab Saudi Peringatkan AS: Serang Iran, Harga Minyak & Ekonomi Global Bisa Kiamat?