Fenomena alam yang juga terjadi di wilayah lain negara gurun itu seketika menghambat jarak pandang dan memperlambat lalu lintas.
Kabut tebal membuat gedung-gedung ikonik Riyadh seperti Pusat Kerajaan hampir mustahil untuk dilihat dari jarak lebih dari beberapa ratus meter.
Meski demikian, tidak ada penundaan atau pembatalan penerbangan yang diumumkan.
Menurut Saudi Agency Press, pusat meteorologi negara itu sebelumnya memperkirakan angin berdebu permukaan" di timur negara itu dan di Riyadh dan mengurangi pandangan horizontal.
Perkiraan itu juga menyebutkan bahwa kondisi yang sama juga terjadi lebih jauh ke barat di kota-kota suci Mekah dan Madinah, menurut perkiraan.
Tanda-tanda elektronik di sepanjang jalan raya Riyadh memperingatkan pengemudi untuk mengurangi kecepatan mereka karena jarak pandang yang lebih rendah.
Di pusat kota Riyadh, mobil dan bangunan diselubungi pasir, dan penduduk berjuang untuk agar tidak masuk ke rumah.
"Bekerja di luar sangat sulit karena tanahnya kotor," kata seorang pekerja konstruksi Pakistan yang menyebut namanya sebagai Kalimullah kepada AFP.
Artikel Terkait
Iran Luncurkan Rudal Gelombang ke-31 ke Israel: Apa Dampak Operasi True Promise IV dan Respons AS?
Bingung Akhiri Perang? Bocoran Utusan Trump Soal Konflik AS-Iran yang Makin Meledak
Putra Menteri Israel Tertembak: Luka Parah Serangan Hizbullah, Serpihan Hingga ke Jantung
Iran Klaim Kami Penentu Akhir Perang ke AS: Harga Minyak Terguncang, Apa Dampaknya?