AS sendiri diketahui telah mengalirkan bantuan militer ke Ukraina selama lebih dari satu setengah tahun untuk mendukung Ukraina dalam perjuangannya melawan Rusia.
Namun, Ukraina berulang kali menghadapi tuduhan penyalahgunaan dan penjualan persenjataan, setelah berbagai barang mulai dari senjata api hingga ranjau dan peluru kendali anti-tank berulang kali muncul untuk dijual di pasar gelap.
Di Afghanistan, banyak senjata Amerika yang jatuh ke tangan Taliban setelah kelompok Islam tersebut mengambil alih negara itu pada Agustus 2021.
Hamas meluncurkan ribuan rudal ke Israel dan mengerahkan pejuangnya untuk menyusup ke pemukiman Yahudi di dekat perbatasan negara itu dengan Gaza pada Sabtu, 7 Oktober pagi.
Sejumlah orang Israel tewas dan ratusan lainnya luka-luka dalam serangan mendadak tersebut yang membuat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa negaranya saat ini sedang "berperang."
Benjamin Netanyahu berjanji akan membalas Hamas, dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) merespons dengan mengirimkan puluhan pesawat tempur untuk menyerang sejumlah sasaran di Gaza yang dikabarkan sudah membunuh 91 anak-anak tak berdosa di Palestina.
Jumlah warga Palestina yang tewas dalam serangan balasan Israel di Gaza telah mencapai 436 orang, dan lebih dari 2.270 orang di wilayah tersebut telah dirawat di rumah sakit karena cedera, kata kementerian kesehatan.
Sumber: disway
Artikel Terkait
UFO Files Resmi Dirilis! Astronot Apollo Akui Keberadaan Makhluk Asing di Bulan – Ini Buktinya
Netanyahu Buka Suara: Perang dengan Iran Belum Usai, Masih Ada Pekerjaan Rumah yang Nggak Selesai-Selesai
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serang Iran, AS Tahu tapi Irak Tak Diizinkan Tahu
Dokumen FBI Bocor: Makhluk 4 Kaki Keluar dari UFO, Ini Bukti Mengerikannya!