"Anda memanggil kami ke sini setiap ada orang Israel yang dibunuh. Apakah anda memanggil saya ke sini ketika banyak orang di Tepi Barat Palestina lebih dari 200 (meninggal dunia) dalam beberapa bulan terakhir?" tanya Zomlot.
"Apakah anda mengundang saya setiap Israel melakukan provokasi di Yerusalem dan di tempat lainnya?" tanyanya lagi.
"Karena apa yang dirasakan israel, yang kita katakan itu adalah tragis dalam 48 jam terakhir, Palestina merasakan itu setiap hari dalam 50 tahun terakhir," tegasnya.
Ia pun menyerukan agar media-media mainstream untuk berhenti membuat apa yang disebutnya sebagai retorika yang berbahaya.
"Jadi saya ingin menyampaikan ini, mungkin ini adalah saatnya kita membuang retorika ini, yang sangat berbahaya ini, kerangka berpikir ini, dan mulai memberikan kepada orang-orang kebenaran yang menyakitkan sesekali," tukasnya.
Tidak hanya dalam wawancara dengan BBC, Zomlot juga mempertegas sikap hipokrit media barat dalam pemberitaan terkait konflik Palestina-Israel dalam cuitannya di X, dulu Twitter.
"Di sana… tepat di sana: Semua yang perlu Anda ketahui tentang bagaimana media arus utama barat tidak memanusiakan rakyat Palestina. Warga Palestina “mati”. Warga Israel “dibunuh,” cuitnya sambil menyertakan potongan gambar pemberitaan BBC.
There… right there: All you need to know about how western mainstream media dehumanises the Palestinian people. Palestinians "die." Israelis “are killed.” pic.twitter.com/gjgNJESd47
Sumber: sindo
Artikel Terkait
Serangan Rudal Israel Hancurkan Pusat Antariksa Iran: Dampak Mengerikan yang Dirahasiakan
Iran Tembak Mati! Ali Larijani Dibunuh Israel, Pemimpin Baru Tolak Damai & Ancang Perang Total
Iran Ancam Serang Seluruh Pelabuhan Timur Tengah: Apa Dampaknya Bagi Indonesia?
Ali Larijani Syahid! Pesan Terakhirnya yang Menggemparkan untuk Umat Islam Lawan AS & Israel