Dia menambahkan, pertempuran baru bisa diakhiri jika Hamas benar-benar dikalahkan.
"Israel akan mengakhiri pertempuran pada waktu yang dianggap tepat setelah Hamas dikalahkan," kata Netanyahu.
Sejak perang meletus pada Sabtu (7/10), jumlah warga Palestina yang tewas telah meningkat menjadi 1.799 orang dan setidaknya 6.612 orang terluka. Di antaranya termasuk 1.644 anak-anak dan 1.005 wanita.
Konflik dimulai ketika Hamas memulai Operasi Badai Al Aqsa berupa serangan mendadak di darat dan udara ke Israel Selatan.
Hamas mengatakan operasi tersebut merupakan pembalasan atas penyerbuan Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki dan meningkatnya kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina.
Militer Israel kemudian melancarkan Operasi Pedang Besi terhadap sasaran Hamas di Jalur Gaza.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Kain Kabah untuk Jeffrey Epstein: Dokumen Bocor Ungkap Pengiriman Misterius dari UEA
Rp16,7 Triliun untuk Gaza? Anggota DPR Ungkap Risiko Mengerikan di Balik Iuran Indonesia
Khamenei vs Trump: Ancaman Perang Regional dan Fakta Mengerikan di Balik Protes Iran
Iran Ancam Serang Jantung Israel Jika AS Berani Menyerang: Apakah Perang Besar Tak Terhindarkan?