Menurut Menhan Rusia, Ukraina juga mendapat berbagai artileri berat seperti meriam howitzer M109 buatan AS yang memungkinkan militer Ukraina menyerang target dari jarak yang lebih jauh.
Bulan lalu, pejabat senior pertahanan AS menuturkan bahwa militer AS mulai melatih sejumlah kecil pasukan Ukraina dengan menggunakan artileri howitzer dan latihan itu digelar di luar Ukraina.
Ukraina mengaku ingin mengamankan pengiriman peluncur roket ganda (MLRS) jarak jauh M270 buatan AS dan menggunakannya untuk mengusir pasukan Rusia di wilayah timur mereka.
Harpoon adalah rudal antikapal yang dapat beroperasi di segala cuaca dan menggunakan pelacak radar aktif serta mampu terbang tepat di atas air untuk menghindari cegatan. Rudal itu dapat diluncurkan dari kapal, kapal selam, pesawat atau artileri pesisir.
Rusia mengklaim pasukannya sedang melakukan operasi khusus untuk mengurangi kemampuan militer Ukraina dan menyingkirkan nasionalis radikal anti-Rusia. Ukraina beserta sekutu menyebut klaim Rusia itu sebagai dalih palsu untuk menggempur Ukraina pada 24 Februari.
Sumber: m.republika.co.id
Artikel Terkait
Misteri Akhir Sang Putra Mahkota: Benarkah Saif al-Islam Gaddafi Tewas Ditembak di Zintan?
Rahasia Tersembunyi Epstein: Dokumen Baru Ungkap Upaya Gila-Gilaan Dekati Putin
Dokumen Bombshell Epstein: Foto Rahasia di Bali & Daftar Tuduhan Mengejutkan Terhadap Trump Terbongkar
Bocoran Memo FBI: Benarkah Trump Dikendalikan Israel? Fakta Mengejutkan dari Berkas Epstein