'Penyakit Itu Datang dari Kekuasaan yang Rakus'
Oleh: Ali Syarief
Akademisi
Barangkali bagi Jokowi, baru sekarang ia menyadari bahwa sehat itu mahal.
Bukan mahal karena biaya rumah sakit atau harga obat yang naik-turun tak tentu arah.
Tapi mahal karena tidak semua orang yang memegang kuasa bisa tidur nyenyak dan bangun segar di pagi hari.
Apalagi kalau kuasa itu didapat dari hasil kawin silang antara kebohongan, pelanggaran konstitusi, dan korupsi berjamaah.
Penyakit kulit—ah, sebutlah begitu, yang menyerangnya itu—mungkin hanya seupil dari sekian deret penyakit yang mengintai tubuh yang dulu kerempeng, kini dibebani beban sejarah.
Kata orang, sakit kulit itu memalukan, karena tampak.
Tapi lebih memalukan lagi jika yang sakit bukan kulit, melainkan hati dan akal.
Itu tidak tampak, tapi baunya menyengat: seperti busuknya janji pada rakyat, atau apek konstitusi yang dilipat-lipat seenak udel sendiri.
Tentu saja, dokter akan mengatakan: penyakit itu datang dari makanan. Tapi kita tahu, makanan Jokowi tidak rakus-rakus amat.
a bukan tukang santap rendang lima porsi dalam sekali duduk. Tapi jangan salah.
Artikel Terkait
Gempa M 7.1 Guncang Talaud: Panik 30 Detik, Ini Dampak dan Ancaman Susulan yang Diwaspadai BNPB
KPK Bongkar Modus Korupsi Pajak Rp75 Miliar, Kepala KPP Jakarta Utara Ditahan!
Polisi Tabrak 4 Motor di Asahan, Panik dan Kabur Dikejar Massa: Ini Kronologi Lengkapnya!
Ressa Rizky Rossano vs Denada: Fakta Mengejutkan Klaim Anak Kandung & Tuntutan Miliaran Rupiah