Bayangkan kalau logika ini diteruskan ke seluruh sektor:
- SMA Katolik BPK Penabur ganti nama jadi SMA Publik Harmoni Sejahtera
- Masjid Al-Lathiif berubah jadi Tempat Refleksi Nurani Umum
- Gereja Katedral jadi Gedung Spiritualitas Bersama
- Vihara Dharma Ramsi jadi Rumah Meditasi Nasional
Duh, repot Kang. Bandung bisa-bisa ganti slogan jadi: “Bandung, Kota Seribu Nama Tapi Bingung Jati Diri.”
Lagi pula, rakyat bukan tidak punya iman, tapi punya akal. Nama rumah sakit tidak bikin orang sehat.
Pelayanan yang cepat, dokter yang manusiawi, dan obat yang tidak bikin jebol kantong—itu yang penting.
Mau namanya Welas Asih, Kasih Sayang, atau Klinik Cinta Ilahi juga, kalau pasien telantar, percuma.
Pak KDM yang budiman,Kalau semua harus dipelintir jadi netral, jangan-jangan nanti nama Anda juga harus diganti.
David Machmud terlalu mengandung simbol Yahudi-Islam.
Gimana kalau ganti jadi Dewa Machmudinata? Lebih Nusantara dan tentu—lebih welas asih.
Sumber: FusilatNews
Artikel Terkait
Defisit APBN Maret 2026 Tembus Rp240 Triliun! Ini Penyebab Utama Kenaikan 130%
Ahmad Dhani Bongkar Bukti ABC Perselingkuhan Maia Estianty dengan Bos TV: Saya yang Ceraikan Dia!
Prajurit TNI AL Baru Dilantik Tewas di Kapal Perang, Keluarga Temukan Luka Lebam dan Darah di Selangkangan
Rupiah Anjlok ke Rp17.420! Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah, Apa yang Terjadi?