- Oknum yang meminta jabatan namun tidak dikabulkan.
Lebih tajam lagi, Silfester mengklaim salah satu dalangnya adalah seorang mantan jenderal yang sebelumnya juga terlibat dalam manuver politik lain.
"Ada mantan jenderal yang ikut di pemakzulan [Gibran]. Jadi ini ada fakta-faktanya," tegasnya.
Motif 'Barisan Sakit Hati': Serangan Politik yang Tak Kunjung Padam
Isu ijazah palsu ini sejatinya adalah lagu lama yang diputar ulang.
Sejak 2019, narasi ini sudah muncul dan telah melalui berbagai proses klarifikasi.
Pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai almamater Jokowi sudah berulang kali memberikan pernyataan resmi yang menegaskan keaslian ijazah Jokowi sebagai lulusan Fakultas Kehutanan tahun 1985.
Gugatan hukum yang dilayangkan Bambang Tri Mulyono, penulis buku 'Jokowi Undercover', pada Oktober 2022 lalu pun akhirnya kandas.
Gugatan tersebut dicabut sendiri oleh Bambang, yang kemudian justru divonis 6 tahun penjara bersama Sugi Nur Rahardja (Gus Nur) atas kasus penyebaran berita bohong.
Fakta-fakta ini membuat tudingan Silfester soal motif "barisan sakit hati" menjadi relevan.
Ketika jalur hukum dan klarifikasi institusional sudah membuktikan keabsahan ijazah, namun isunya terus dimainkan, sulit untuk tidak melihatnya sebagai serangan politik yang bertujuan untuk mendelegitimasi warisan dan pengaruh Jokowi.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran
Target Gila Hyundai di IIMS 2026: Serbu 2000+ Unit dengan Strategi Ramadan & Mobil Mudik Terlengkap!