Video Santri Ngesot dan Kiai Terima Amplop di Trans7 Tuai Kecaman, Disebut Pelecehan Tradisi Islam
Program televisi Trans7 kembali menuai protes keras terkait tayangan yang menampilkan santri melakukan gerakan ngesot sambil memberikan uang kepada kiai. Konten ini dinilai bersifat tendensius dan melecehkan tradisi umat Islam Indonesia yang memiliki ikatan kuat dengan dunia pesantren.
Kecaman dari Mantan Ketum PBNU
Mantan Ketua Umum PBNU sekaligus Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), Said Aqil Siroj, secara tegas mengutuk tayangan tersebut. Menurutnya, video tersebut mengandung narasi jahat yang menyebarkan kebencian dan mendiskreditkan dunia pesantren.
LPOI bahkan menduga adanya sindikasi anti pesantren dan umat Islam di balik tayangan ini. Organisasi ini mengimbau publik untuk mewaspadai perkembangan sel-sel radikalisme yang menyusup di berbagai sektor, menggunakan berbagai kedok profesi untuk merusak pilar-pilar NKRI.
Upaya Penghancuran Pilar Bangsa
Kiai Said menegaskan bahwa pembuatan video semacam ini bukan sekadar penyebaran kebencian, melainkan bukti infiltrasi gerakan radikal yang berusaha menghancurkan pesantren sebagai salah satu pilar bangsa.
"Mereka berusaha menghilangkan peran pesantren, pimpinannya, serta umat Islam, yang secara nyata telah berjasa, berjuang, dan berkontribusi pada kemerdekaan Indonesia," tegas Kiai Said pada Selasa (14/10).
Character Assassination Terstruktur
Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ini juga menduga adanya upaya character assassination yang terstruktur dan sistematis terhadap dunia pesantren. Menurutnya, pembiaran terhadap hal ini berpotensi menimbulkan kegaduhan berkepanjangan dan konflik horizontal yang mengganggu stabilitas nasional.
Artikel Terkait
Bukan Dibangun Pakai Uang Rakyat! Ini Fakta Mengejutkan di Balik Masjid Jokowi di Abu Dhabi
Bayar Utang Whoosh dengan Uang Koruptor? Ini Rencana Kontroversial Prabowo
Maxim Indonesia: Rahasia Pesan & Daftar Driver untuk Hasilkan Cuan!
Prabowo Gaspol! Whoosh Tak Cuma ke Surabaya, Tapi Diteruskan Sampai Ujung Jawa Timur