Ia pun menarik perbandingan dengan Danareksa, di mana sebagian besar dananya juga masih ditempatkan dalam obligasi. Purbaya mengungkapkan kritiknya dalam sebuah rapat, "Kok lu taruh bond? Kalau gitu mah, lu enggak jago-jago amat."
Menurut Purbaya, sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF), INA harus mampu membuktikan keahliannya dalam berinvestasi dan terutama dalam menarik investor asing, bukan hanya mengandalkan dana domestik. Purbaya menyimpulkan bahwa dukungan dana baru hanya akan diberikan jika INA menunjukkan kebutuhan ekspansi yang nyata dan konkret di sektor riil.
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti potensi besar INA sebagai SWF untuk menarik investasi asing. Ia mengusulkan agar pemerintah menyuntikkan dana Rp 50 triliun per tahun ke INA, yang menurutnya dapat berkembang menjadi Rp 1.000 triliun dalam lima tahun ke depan melalui mekanisme leverage.
Artikel Terkait
Malam Takbiran vs Hari Nyepi 2026: Prajaniti Hindu Bali Resmi Keberatan, Apa Dampaknya?
Mojtaba Khamenei: Sosok Kontroversial Calon Pengganti Pemimpin Iran yang Ditakuti AS
Ironi Hukum: Pengkritik Ijazah Jokowi, Rismon Sianipar, Kini Terdakwa Ijazah Palsu?
Cara AI Mengubah Presentasi: Hemat 90% Waktu & Hasilkan Slide Pro dalam Hitungan Menit