"Jangan dipolitisasi, jangan kita menari di gendangnya orang. Mungkin ada pihak-pihak yang ingin selalu menimbulkan kecemasan rakyat," tegas Prabowo.
Kepala Negara menyatakan telah mempelajari persoalan Whoosh dan memastikan akan bertanggung jawab sepenuhnya. "Jadi PT KAI nggak usah khawatir, semuanya nggak usah khawatir, rakyat kita layani. Dan itu diujungnya itu tanggungjawab Presiden RI. Jadi saya sekarang tanggungjawab Whoosh," jelasnya.
Whoosh Sebagai Public Service Obligation
Prabowo menekankan bahwa proyek kereta cepat di seluruh dunia, termasuk Whoosh, tidak bisa dikalkulasikan semata-mata dari untung rugi finansial. Menurutnya, transportasi umum harus dinilai dari manfaatnya bagi masyarakat luas.
"Whoosh itu semua public transport diseluruh dunia jangan dihitung untung rugi. Hitung manfaatnya untuk rakyat? Di seluruh dunia begitu. Jadi namanya public service obligation," pungkas Presiden.
Dengan pernyataan ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan menjaga operasional Kereta Cepat Whoosh sebagai bentuk layanan publik untuk kemaslahatan rakyat.
Artikel Terkait
Gaikindo Bongkar Rencana Impor 105.000 Mobil India: Kapasitas RI Mampu, Lalu Kenapa?
Gaikindo Buka Suara: Impor 105.000 Mobil India Ancam Industri Otomotif Nasional?
Gaikindo Bongkar Rencana Impor 105.000 Mobil India: Kapasitas Lokal Mampu, Lalu Kenapa?
Impor 105.000 Mobil India Ditolak! Gaikindo Bongkar Fakta Kapasitas Produksi RI yang Mampu Penuhi