Bandara IMIP Morowali Tertutup: Tidak Ada Pengawasan Bea Cukai dan Imigrasi Sejak Era Jokowi
Kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin ke Kawasan Industri Indonesia Morowali (IMIP) pada 19-20 November 2025 mengungkap fakta mengejutkan. Bandara di dalam kawasan industri seluas 4.000 hektare itu beroperasi tanpa kehadiran otoritas Indonesia seperti Bea Cukai dan Imigrasi.
Pernyataan Tegas Menhan: "Tidak Boleh Ada Negara di Dalam Negara"
Dalam kunjungannya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan prinsip "tidak boleh ada negara di dalam negara". Pernyataan ini menyingkap kekhawatiran serius terhadap celah kedaulatan, di mana orang dan barang bisa keluar-masuk bandara IMIP tanpa pengawasan aparat negara sejak diresmikan pada 2019.
Sorotan Peneliti Pertahanan: Potensi Ancaman dan Kecolongan
Peneliti dari Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS), Edna Caroline, mengungkapkan keheranannya. Bandara IMIP yang tertutup ini berbeda dengan bandara perusahaan lain seperti Freeport di Papua atau di Kediri yang terbuka untuk diawasi.
"Dari aspek pertahanan, ini berisiko. Mereka bisa membawa apa saja dari luar, entah itu senjata, bahan berbahaya, atau barang tambang ilegal yang dikeluarkan, tanpa kita tahu," jelas Edna. Ia mempertanyakan mengapa instansi seperti Pemda, Kementerian ESDM, Bea Cukai, Imigrasi, dan Polisi diam saja selama ini.
Artikel Terkait
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan Polisi! Apa Isi Kontroversi Video Ceramah JK yang Bikin Heboh?
Forklift 2024: Solusi Cerdas Atasi Tantangan Logistik & Tingkatkan Efisiensi 300%?
Hubungan Kanada-AS Retak: Mengapa Sekutu Terdekat Kini Jadi Ancaman Terbesar?
Jokowi Buka Suara Soal Restorative Justice: Kenapa Roy Suryo & Dokter Tifa Cuma Dibalas Senyum?