Selain faktor ketinggian dan elongasi yang rendah, kondisi cuaca juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses rukyatul hilal.
“Tantangannya berlapis. Bisa saja hari ini mendung, atau ketinggian hilal dan sudut elongasinya rendah. Semua faktor ini kita pertimbangkan secara cermat,” kata Menag.
Sidang Isbat Tetap Jadi Penentu
Meskipun perhitungan astronomis menunjukkan kemustahilan terlihatnya hilal, Menag menegaskan bahwa Sidang Isbat tetap menjadi mekanisme resmi dan final pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah.
“Sidang isbat selalu menjadi faktor penentu dalam sejarah bangsa Indonesia. Kami berusaha menjadi media penyatu dalam penentuan hari penting keagamaan ini,” pungkas Menag Nasaruddin Umar.
Artikel Terkait
Iran Tawarkan Drone Canggih ke Indonesia: Meraup Teknologi atau Undang Masalah Geopolitik?
Tragis! Kronologi Lengkap Warga Aceh Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Lokan
Boyamin Saiman Bongkar Fakta Mengejutkan: Jokowi Dituding Cari Muka Soal Dukungan Kembalikan UU KPK
Ramadan 2026 Dimulai 19 Februari? Ini Daftar Lengkap Negara yang Setuju dan Satu yang Berbeda!