Selain faktor ketinggian dan elongasi yang rendah, kondisi cuaca juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses rukyatul hilal.
“Tantangannya berlapis. Bisa saja hari ini mendung, atau ketinggian hilal dan sudut elongasinya rendah. Semua faktor ini kita pertimbangkan secara cermat,” kata Menag.
Sidang Isbat Tetap Jadi Penentu
Meskipun perhitungan astronomis menunjukkan kemustahilan terlihatnya hilal, Menag menegaskan bahwa Sidang Isbat tetap menjadi mekanisme resmi dan final pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah.
“Sidang isbat selalu menjadi faktor penentu dalam sejarah bangsa Indonesia. Kami berusaha menjadi media penyatu dalam penentuan hari penting keagamaan ini,” pungkas Menag Nasaruddin Umar.
Artikel Terkait
Kemenag Dihujat Netizen: Rencana Dana Umat Rp1.000 Triliun Bikin Resah, Apa Motif Sebenarnya?
APBN Hanya Bertahan Beberapa Minggu? Ini Strategi Pemerintah Hadapi Ancaman Kenaikan Harga BBM
Misteri Pertemuan Dubes Iran dengan Megawati, JK, dan Jokowi Akhirnya Terungkap!
Tragedi Nurul Amin: Ditinggal di Tengah Salju Buffalo, Bagaimana Pengungsi Rohingya Ini Tewas Ditetapkan sebagai Pembunuhan?