Pada awalnya, Pak Pur mengandalkan tunjangan sebagai anggota kepolisian untuk membiayai kegiatan menolong ODGJ. Ia rela merogoh kocek pribadi demi memberikan perawatan.
2. Pendirian Yayasan Berkas Bersinar Abadi
Setelah mengalami kendala saat menitipkan ODGJ ke rumah sakit atau yayasan lain yang membutuhkan biaya besar, Ipda Purnomo bersama istri memutuskan mendirikan yayasan sendiri. Yayasan ini kini berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Lamongan untuk penanganan yang lebih komprehensif.
3. Pemasukan Tambahan dari Konten YouTube
Untuk menutupi biaya operasional yayasan yang tidak kecil, Ipda Purnomo mendapatkan pemasukan tambahan dari hasil konten di channel YouTube-nya yang mendokumentasikan kegiatan kemanusiaannya.
4. Bantuan dari Pihak Lain
Seiring viralnya aksinya, Pak Pur juga mengaku mendapatkan bantuan dan donasi dari berbagai pihak yang tergerak untuk mendukung misi sosialnya.
Motivasi dan Harapan di Balik Aksi Sosial
Bagi Ipda Purnomo, kebahagiaan terbesar adalah melihat ODGJ yang ditolongnya sembuh dan bisa kembali ke keluarga. Bantuan kepada guru PPPK juga dilandasi kepedulian terhadap dunia pendidikan dan peran besar guru dalam membentuk generasi penerus bangsa.
“Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan menjadi penyemangat,” ujar Ipda Purnomo, menegaskan bahwa aksinya murni dari hati untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan.
Artikel Terkait
Pelajar MTS Tewas Didihantam Personel Brimob Pakai Helm, Polri Buka Suara: Ini Janjinya!
Santri 12 Tahun Tewas Dibakar di Sukabumi: Cita-cita Jadi Kiai Pupus oleh Dugaan Penganiayaan Sadis
Misteri Kematian NS (12): Luka Bakar, Ibu Tiri, dan Hasil Otopsi yang Mengejutkan
Oknum Brimob Aniaya Siswa Madrasah di Tual Hingga Tewas, Ini Kronologi dan Proses Hukum yang Dijalani