Ia mengatakan hal itu berkaitan langkah politik Partai Nasdem yang mengusulkan tiga nama untuk menjadi Calon Presiden Republik Indonesia Periode 2024-2029 dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasdem di Jakarta pada Jumat (17/6).
Ketiga nama itu, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Panglima TNI Andika Perkasa, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Rajamuda mengatakan langkah ini menunjukkan bahwa Nasdem sebenarnya sedang mencoba memainkan kartu truf-nya sebagai partai antitesis dari PDIP.
Hal ini bisa terbaca dari gonjang ganjing politik selama ini di mana dalam banyak isu, katanya, Partai Nasfem selalu berdiri pada posisi yang berbeda dengan PDIP baik dari aspek cara pandang maupun dari sisi pilihan politik.
Nasdem dan PDIP, kata dia, merupakan mitra koalisi yang dekat tapi jauh. Ibarat minyak dan air yang sulit sepaham.
"Saat di Istana Negara ketika jamuan makan bersama Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu, bahasa tubuh Surya Paloh (Ketua Umum Partai Nasdem) dan Megawati (Ketua Umum PDIP) tidaklah akrab," katanya.
Artikel Terkait
Ijazah Jokowi Akhirnya Terbuka: Apa yang Ditemukan KPU dan Mengapa Bonatua Masih Penasaran?
Isi Surat Rahasia Ammar Zoni ke Prabowo: Grasi atau Rehabilitasi?
Hyundai Targetkan Jual 2000+ Unit di IIMS 2026, Ini Model Andalan untuk Mudik Lebaran
Target Gila Hyundai di IIMS 2026: Serbu 2000+ Unit dengan Strategi Ramadan & Mobil Mudik Terlengkap!