Dalam laporannya, JK menyebut Rismon diduga menyampaikan pernyataan bahwa dirinya memberikan uang senilai Rp5 miliar untuk mendanai pihak yang mempersoalkan ijazah Jokowi. Pernyataan ini dinilai JK sebagai hoaks, fitnah, dan pencemaran nama baik.
Pengacara Roy Suryo cs, Ahmad Khozinudin, membantah kliennya menerima dana dari JK. Ia menegaskan bahwa tidak ada sepeser pun uang yang mengalir ke kantor Roy Suryo cs.
"Saya ingin tegaskan, kami tidak menerima sepeser pun, satu rupiah pun dana untuk perjuangan ini, baik dari Pak JK atau lainnya. Baik untuk kepentingan perjuangan atau kepentingan keluarga kami, tidak," ujar Khozinudin kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, perjuangan Roy Suryo cs dalam membongkar dugaan ijazah palsu Jokowi tidak didanai oleh siapa pun. Ia menerangkan bahwa Roy Suryo cs juga mendukung pelaporan yang dilayangkan JK terhadap Rismon Sianipar terkait tudingan pendanaan tersebut.
"Kami mendampingi Pak Roy, bersama Pak Roy pernah dampingi Rismon, itu karena dorongan panggilan hati untuk menyelamatkan negara kita. Saya, kita semua justru mendukung (laporan JK) agar dugaan pencemaran dan fitnah ini segera diproses," katanya.
Sementara itu, Rismon menegaskan bahwa dirinya dilaporkan gara-gara video yang dibuat oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Video sintesis berbasis artificial intelligence atau kecerdasan buatan ya," kata Rismon, dikutip dari kanal Balige Academy di YouTube, Sabtu (11/4/2026).
Ia menerangkan bahwa video asli atau mentah yang dipersoalkan berasal dari video di kanal Balige Academy miliknya yang diunggah pada 11 Maret 2026. Video asli tersebut berisi klarifikasi Rismon terkait kajian ilmiah ijazah Jokowi. Namun, video itu direproduksi dengan AI sehingga mengandung muatan yang berbeda.
Artikel Terkait
Kiai Pati Dilindungi! Pengacara Beberkan Upaya Tutupi Kasus Cabul Santriwati hingga Tawaran Suap Rp400 Juta
Amien Rais Bongkar Rahasia di Balik Layar: Menko Ini Ngaku Tak Bisa Bertemu Prabowo karena Teddy Indra Wijaya
Minyakita Tembus Rp22.000! Pengamat Bongkar Biang Keroknya Bukan Minyak Sawit, Tapi Plastik
Tragedi di Jaksel! Anggota BPK RI Haerul Saleh Tewas Meninggal dalam Kobaran Api Akibat Thinner Renovasi